Tatkala ajaran suci seperti cinta kasih, kebaikan, kasih sayang dilaksanakan secara mendalam, kemudian ada kilatan cahaya tentang rumahnya jiwa. Tandanya sederhana, semakin dekat jiwa dengan rumah sesungguhnya, semakin damai rasanya di dalam. Semakin dekat jiwa dari rumah, semakin banyak bunga cinta yang mekar di dalam. Semakin dekat jiwa dari rumah, semakin tidak tertarik seseorang untuk mengejar ke luar.
Bliss
Salah satu ajaran mendalam tentang pulangnya
jiwa adalah Tantra. Dan simbol sakral yang kerap dipakai di Tantra
adalah seks. Meminjam hasil penelitian sejumlah psikolog yang mendalami
seks seperti Delgado,
orgasme sebagai puncak pengalaman seksual adalah serangkaian pengalaman
yang sepenuhnya ada di dalam. Persisnya, ia terjadi di pusat seks di
otak. Bagi wanita, ia terjadi di belahan otak kanan, bagi pria ia
terjadi di otak kiri.
Ini menjadi salah satu bukti ilmiah tentang kebahagiaan, sukacita
yang sesungguhnya ada di dalam. Di tingkat kebahagiaan, orgasme berarti
terpenuhinya sebagian keinginan, atau di tingkatan kebahagiaan lebih
dalam ia berarti rasa berkecukupan yang mendalam. Di tingkat sukacita,
orgasme adalah kilatan cahaya tentang rumahnya jiwa. Kapan saja unsur
maskulin dan feminin menyatu di satu jiwa di sana kilatan cahaya muncul.
Di Yunani disebut anima-animus, di China disebut Yin-Yang, di Bali
disebut lingga-yoni.Dan bliss (anandam), ia berada jauh di atas keinginan, ia bukan sekadar kilatan cahaya, tapi sang Cahaya itu sendiri. Bila di tingkatan kebahagiaan yang mengalami orgasme adalah pusat seks di otak, di tingkatan sukacita orgasme hanya kilatan cahaya petunjuk jalan pulang, di tingkatan bliss yang mengalami orgasme adalah Sang Saksi. Ia bukan di otak kanan, bukan di otak kiri. Sang Saksi berada melampaui ruang dan waktu. Ia tidak bisa dijelaskan, tapi ia bisa dialami. Dalam bahasa puitis, ia tersedia di sini di saat ini. Meminjam Lao Tzu: “ia yang mengerti tidak bicara, ia yang bicara tidak mengerti”. Selamat datang di rumah jiwa-jiwa yang indah.
Gede Prama